
KABARTUNGKAL.COM. Al-Quran adalah firman Allah swt yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril a s untuk disampaikan kepada umat Muslim sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia.
Sehingga, sudah seharusnyalah kita umat Muslim untuk mempelajari Al-Quran serta mengajarkannya kepada anak-anak kita.
Orang tua adalah ‘madrasatul ula “sekolah yang pertama” bagi anak-anak, termasuk untuk mengajarkan agama terutama kitab suci Al-Quran.
Dari usia dini kita wajib mengajarkan kitab suci, jangan menunggu anak sudah besar, di ajari ’tilawah’ Al-Quran, menghafal ayat2 pendek sampai mahir membacanya.
Sebab pepatah mengatakan belajar di waktu kecil seperti halnya mengukir di atas batu dan belajar saat dewasa seperti air di daun talas.
Selain itu, selanjutnya ajari anak-anak untuk mendalami makna yg terkandung dalam Al-Quran hingga mereka mampu memahami dan meneladani kandungan yang ada di dalamnya.
Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Quran adalah termasuk orang yang terbaik diantara kita umat Muslim.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari).
Anak–anak kita merupakan amanah dari Allah SWT. untuk kita didik sebaik mungkin agar menjadi hamba-hamba yang mengikuti petunjuk Allah untuk mencari ridha dari dzat yang maha Agung lagi maha Mulia.
Untuk itu ada tiga hal yang diperintahkan dalam mendidik anak–anak kita, seperti hadist yang diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasululloh SAW bersabda:
اادبوا اولادكم على ثلاث حصال: حب نبيكم وحب ال بيته وتلاوة القراًن فان حملة القران فى ظل الله يوم لاظل الا ظله مع انبياءه واصفيائه
“Didiklah anak-anakmu atas tiga hal; mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca al-Qur’an, karena orang mengamalkan al-Qur’an nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para nabi dan orang-orang yang suci”
Perlu ditekankan dari hadist diatas, bahwasanya mendidik anak-anak kita tidaklah cukup hanya memberi tahu tentang cinta rasul, ahli baitnya, dan membaca alquran, tetapi lebih pada mendidik untuk mengamalkan, membiasakan, membudayakan anak-anak kita untuk selalu mencintai Nabinya, ahli baitnya, juga membaca Alquran.
Kiranya hal tersebut tentu membutuhkan keteladanan dari orang tua, sebagai contoh untuk anak anak mereka. Dan kesabaran orang tua dalam membimbing anak-anak mereka mutlak diperlukan sehingga anak-anak kita menjadi pecinta Rasululloh dan keluarganya, juga menjadi pembaca alquran yang ikhlas dan istiqomah, sehingga menjadi generasi yang berakhlaqul karimah dan selalu berpegang teguh pada ajaran alquran.
Keberhasilan orang tua dalam mendidik anak-anaknya, akan menghasilkan aset yang selalu memberikan pahala yang terus mengalir walaupun mereka sudah meninggal, seperti hadist yang diriwayatkan oleh imam Muslim, bahwasanya Rasululloh SAW. bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shaleh” (HR. Muslim )
Dan betapa bahagianya kita sebagai orang tua yang mempunyai anak-anak shalih yang selalu mengamalkan ilmunya dan mendoakan kita serta menjadi perhiasan kita di dunia dan akhirat. (Red)
Nashrun minallah wafathun qorieb
Oleh : Abd. Mukti