Khotbah Bupati Ustadz Anwar Sadat, 3 Cara Terbaik Mendidik Anak Dalam Ajaran Islam

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM . Masih dalam rangka Safari Jum’at. Tidak sedikit masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik dalam kota maupun luar yang menginginkan seorang pemimpin (Bupati) menjadi Imam sekaligus menjadi khotib dalam pelaksanaan sholat jumat.

Sebagai mana di ketahui awak media kabartungkal.com, masyarakat justru sengaja mengundang Bupati KH. Drs. Anwar Sadat, M.ag dalam agenda safarinya, agar bisa menghadiri sekaligus menjadi khotib dan Imam saat sholat jumat.

Ulama yang sekaligus Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, KH. Drs. Anwar Sadat, M.ag itu memang sudah merencanakan kegitan safari jumat tersebut sedari dulu sebelum dirinya di lantik menjadi Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2020-2024.

Dan setelah terpilih menjadi Bupati, beliaupun menepati janjinya dengan tujuan tidak ada jarak antara pemimpin dengan masyarakat dan sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat untuk dapat di wujudkan di masa kepemimpinannya.

Tidak sedikit dari Kepala Dinas atau yang mewakili, beliau bawa saat Safari Jumat dengan tujuan mereka bisa melihat langsung fakta di lapanagan mengenai kebutuhann masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Termasuk Kepala Dinas Tanama Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ir. Zaiuddin, MM yang selalu sigap membantu mewunudkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati dengan simbol “BERKAH” terutama di biadang pertanian.

Dalam khutbahnya, pada Jumat 7 Januari 2022. Bupati yang akrab di sapa Ustadz itu memaparkan 3 cara terbaik mendidik anak dalam ajaran islam.

Dikatakan Bupati, Sebagai seorang ayah berkewajiban mendidik anak dengan pendidikan yang baik. Lalu bagimana pendidikan yang baik itu ?

KH. Drs Anwar Sadat, M.ag mengutip sebuah kisah yang menggambarkan pendidikan kepasa anak, beliau menceritakan bahwa ada satu sohabat nabi yang bertanya kepada Baginda Nabi Besar Muhammad saw yaitu Saiduna Abi Hurairoh Ra mengenai pendodikan kepada anak.

“Apa yang seharusnya di lakukan orang tua kepada anak-anaknya ? tanya sahabat kepada Rasullulah s.a.w ! Rasul pun menjawab : ” 1. Memberikan nama anak yang baik, memperbaiki nama anak-anak kamu, pesan Rosullulah saw kata Abi Hurairoh r.a adalah merupakan pesan yang sangat penting karena nama adalah merupakan do’a dan tabruk kita agar anak menjadi anak yang soleh dan solehah dan menjadi amal jariah bagi kedua orang tuanya”. Jelas Bupati di hadapan para jamaah sholat Jumat

“Ada kebiasaan rosullullah saw, beliau suka bepergian ke kampung kampung ke dusun dusun. Lalu beliau selalu mengingatkan nama-nama baik nama kampung atau pun nama dusun-dusun termasuk nama para sohabat yang menjadi perhatian beliau, suatu ketika Rasullullah menemukan nama anak yang di beri nama orang tuanya dengan nama kelalawar Jantan. Lalu Rosullulah saw memanggil orang tuanya dan melarang serta memerintahkan untuk mengganti nama anaknya tersebut. “Jangan kau sebut anakmu dengan sebutan kelalawar jantan”. Dan seketika itupun anak tersebut di ubah dan di ganti dengan nama yang baik oleh baginda nabi karna beliau khawatir prilaku anak akan berpengaruh dengan nama”. paparnya Bupati

Sehingga, bupati berpesan melalui khutbahnya jangan pernah menganggap enteng arti sebuah nama. Sebab menurutnya nama-nama itulah yang menjadikan tabruk kita, kebaikan kita kepada Allah SWT.

Bahkan beliau (Buapti) mengutip sebuah kisah yang terdapat dalam kitab sarahussaliqin. Dimana dalam kisah tersebut ada seseorang yang meninggal dunia tanpa adanya kebaikan sedikitpun sehingga malaikat ingin melemparkan orang tersebut kedalam api neraka, namun Allah SWT memerintahkan kepada malaikat untuk mencari kebaikan orang tersebut.

“Banyak pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan oleh malaikat kepada orang tersebut, namun tidak ada sedikitpun kebaikan dari dirinya. Lalu pertanyaan akhir Allah perintahkan malaikat untuk menanyakan nama orang tersebut “Siapa namanya ? di jawab sama laki-laki tersebut ia bernama Abdullah. Lalu dengan kasih sayangnya, Allah pun memerintahkan malaikat untuk menarik orang tersebut untuk di masukan ke dalam surganya Allah.” Sebut Bupati

Yang Ke 2 dalam khotbahnya bupati menyampaikan bahwa cara terbaik untuk mendidik anak dalam Ajaran Islam yaitu dengan mendidik anak dengan Alqur’an sebab Al-Qur’an merupakan pedoman hidup di dunia dan akhirat.

“Kita tidak ingin melahirkan generasi-generasi anak yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, generasi yang tidak dekat dengan Al-Quran apalagi genersi yang sama sekali tidak tau dengan Al-Qur’an. Yang kita inginkan generasi-genersi kedepan basah lisan mereka kering lisan mereka dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an”. Harap Bupati

Dan yang terakhir, Cara terbaik mendidik anak dalam ajaran Islam sesuai anjuran baginda nabi yakni menikahkan anak apabila sudah dewasa dan bertemu jodohnya dengan harapan terlepas dari prlerbuatan Zinah.

“Kita tidak boleh melambatkan anak yang sudah menemukan jodohnya sebab khawatir anak-anak kita terjerumus kedalam perbuatan yang tidak senonoh berbuat zinah perbuatan yang melanggar hukum sehingga akan melahirkan generasi generasi anak yang lahir dari seorang ibu akibat perbuatan zinah.” Jelas Bupati

“Dalam hadist yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad r.a mengingatkan kepada kita, apabila dalam sebuah negri sebuah kampung telah menyebar perbuatan zinah yang dilakuakan maka Allah SWT melimpahkan kepada kita penyakit toun, wabah, bala yang di timpakan Allah akibat perbuatan Zinah.” Tutup Bupati (Red/Fz)