KABARTUNGKAL.COM. Setelah beberapa pekan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat “Jumat Berkah ” sempat terhenti dengan adanya kegiatan MTQ Ke-50, Bupati KH. Drs. Anwar Sadat, M.ag di dampingi, Ketua TP PKK, Hj. Fadhilah Sadat, Sekertaris Daerah, Ir. Agus Sanusi, asisten III, Kepala OPD, Camat Pengabuan Kepala Desa Parit Pudin kembali melaksanakan sholat jumat di Masjid Al-Muttaqqin yang berada di Desa Parit Pudin Kecamatan Pengabuan.
Seperti biasa, bupati bertidak sebagai khatib sekaligus imam shalat jumat sebagai mana permintaan masyarakat setempat. Dalam khutbahnya bupati berpesan kepada masyarakat yang hadir untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan beramal shaleh. Dengan harapan bisa mendapat keridhoan Allah di dunia dan di akhirat.
Setelah melaksanakan shalat jumat, KH. Drs. Anwar Sadat, M.ag itu pun mengatakan bahwa pemerintah telah menyerahkan bantuan kepada Imam dan Bilal sebanyak 2009 orang berbentuk kartu ATM dan tahun 2021 tambahan untuk guru ngaji sebanyak 1500 yang belum mendapatkan bantuan dari pemkab terutama guru pengajian Al-Qur’an.
“Di awal Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menargetkan 6000 guru mengaji, untuk membantu mereka yang selama ini belum mendapat bantuan sama sekali. Ini sebagai tanggung jawab pemerintah kepada guru ngaji”. Jelas Bupati Jumat (29/10/21)
Selain itu bupati pun mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi, selain sebuah anjuran pemerintah vaksinasi adalah upaya untuk menjaga kemaslahatan.
“Setiap kita keluar daerah, haji maupun umroh wajib vaksin bahkan ke Jakarta harus menunjukan surat vaksin. Ini juga dalam rangka menjaga imun tubuh agar kuat dari serangan virus corona”. Ujarnya
Ditambahkan bupati, dalam menghadapi musim pancaroba masyarakat harus lebih waspada terutama abrasi tanah.
Selanjutnya bupati pun menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran serta bantuan CSR Bank Jambi 5 juta secara simbolis untuk kebutuhan pembangunan masjid Al-Mutaqqin serta menyerahakan mushaf Al-Qura’an dan CSR Bank Jambi sebesar 10 juta ke ponpes Isti’dadul Mu’alimin. (Red)
