Waspada, Kesyirikan Ada Di Sekitar Kita !

Jangan lupa share ya!

Oleh : Abd.Mukti

KABARTUNGKAL.COM . Ternyata kesyirikan atau musyrik tidak hanya terjadi pada zaman jahiliah dulu,tapi juga terjadi di sekita kita.Hal ini telah ditegaskan
Allâh Azza wa Jalla dalam al-Qur’ân :

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِاللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ
“Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain)”. [Yûsuf/12:106]

Syirik adalah dosa yang paling besar, paling berbahaya, merupakan tindakan kezaliman yang paling zalim, kejahatan yang paling besar dan dosa yang tidak bakal terampuni Allah SWT.

Allah SWT berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”(An-Nisa :48).

Jika ada ustadz menyebut kata-kata syirik, maka jangan hanya terbayang zaman jahiliah dulu disaat orang-orang kafir menyembah berhala.Karena di sekitar kita atau mungkin saudara-saudara kita juga terjebak dalam kezaliman yang paling dibenci Allah SWT ini. Sementara kita atau mereka tidak menyadarinya, karena memang kesyirikan itu samar-samar bahkan mungkin sudah menjadi tradisi atau budaya di tengah-tengah masyarakat.

Berikut ini kami sampaikan hal-hal yang dapat merusak tauhid sehingga pelakunya bisa terjebak dalam kesyirikan. Jika syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam. Tapi jika syirik kecil tidak keluar dari Islam tapi termasuk dosa besar. Dan Allah-lah Yang Maha Mengetahinya apakah dia terjatuh dalam syirik besar atau syirik kecil,sbb.:

  1. Memakai penangkal dengan tujuan menolak bala’ atau menghilangkannya seperti kalung dan benang, baik yang terbuat dari kuningan, tembaga, besi ataupun kulit.
    Biasanya ini dikalungkan pada anak-anak atau juga orang dewasa dengan harapan bisa menolak bala’ dan jin.
  2. Mantra-mantra bid’ah dan jimat-jimat, yaitu yang mengandung rumus-rumus dan kata-kata yang tidak dapat dipahami, seperti rajah yg bertuliskan Arab tidak bisa dipahami,dan biasanya ditempelkan diatas pintu rumah.Ini dapat merusak tauhid.
  3. Meminta berkah (tabarruk) kepada pohon-pohon, batu-batu atau lainnya. Bahkan ka’bah sendiri tidak boleh mengusap-usapnya dengan tujuan mencari berkah.
    Umar ibn Khathab ra. ketika mencium Hajarul Aswad pernah berkata : “Sesungguhnya aku tahu, bahwa kamu adalah sebuah batu yang tidak dapat memberi manfaat dan madharat. Kalau bukan karena pernah melihat Rasulullah SAW menciummmu, niscaya aku tidak akan menciummu”.
  4. Berdo’a (memohon) kepada selain Allah, seperti berdo’a meminta suatu hajat, isti’anah (minta tolong), istighatsah (minta tolong di saat sulit) kepada orang mati, baik itu kepada Nabi, wali, habib, kyai, jin maupun kuburan keramat, atau minta rizki, meminta kesembuhan penyakit dari mereka, atau kepada pohon dan lainnya selain Allah adalah syirik akbar (syirik besar).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Dan barangsiapa menyembah ilah yang lain bersama Allah, padahal tidak ada satu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabb-nya. Sesungguhgnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” [Al-Mukminuun: 117][7]

  1. Mendatangi dukun atau paranormal untuk bertanya sesuatu dan membenarkannya, sekalipun mereka dijuluki wali atau bergelar kiyai dan seumpamanya. Ini juga dapat merusak tauhid atau musyrik pelakunya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari. [HR. Muslim, no: 2230]

  1. Tathayyur atau menganggap sial atas apa yang dilihat, didengar, atau yang diketahui. Seperti yang dilihat yaitu, melihat sesuatu yang menakutkan. Yang didengar seperti mendengar burung gagak, dan yang diketahui seperti mengetahui tanggal, angka atau bilangan.

Semua kepercayaan seperti ini tidak dibolehkan sama sekali, karena merusak tauhid atau syirik. Thiyarah termasuk syirik yang menafikan kesempurnaan tauhid, karena ia berasal dari apa yang disampaikan syaithan berupa godaan dan bisikannya.

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik dan setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya. (HR.Albukhari, Abu Daud, dan lainnya).

  1. Terlalu menggantungkan harapan kepada sebab atau usaha, seperti menggantungkan nasib kepada dokter, pengobatan, pekerjaan dan lainnya, tanpa menghiraukan sikap tawakkal kepada Allah SWT.
  2. Meramalkan kejadian yang akan datang atau hal-hal yang ghaib dengan perantaraan bintang-bintang, padahal bintang-bintang itu diciptakan Allah bukan untuk tujuan tersebut.(Lihat Buku ‘Hisnut-Tauhid/Benteng Tauhid,karya Sekumpulan Ulama,an.Syekh Abdul Rahman As-Sa’dy).

Itulah antara lain hal-hal yang dapat merusak tauhid yang jika syirik besar dapat menyebabkan pelakunya menjadi musyrik yang jika tidak bertobat sampai akhir hayatnya tidak diampuni dosanya dan diharamkan masuk surga.
(Lihat Q.S.Annisa 48 dan Al-Maidah 72). Apakah pelakunya masuk kategori syirik besar atau syirik kecil, hanya Allah-lah Yg Maha Mengetahuinya.

Wal’iyaadzu Billah mindzaalik

Penulis : Pemerhati Kehidupan Beragama.