
KABARTUNGKAL.COM. Mewakili Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra H.Mulyadi,S.Pd.,M.Kes menghadiri sekaligus membuka secara resmi Diseminasi Audit Kasus Stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat Semester 1 Tahun 2024, Rabu(24/07).
Acara yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati tersebut turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Satgas Stunting Provinsi Jambi, Dandim 0419/TJB atau mewakili, Tim Pakar Audit Kasus Stunting, Kepala OPD terkait/mewakili, Para Camat, Kepala Puskesmas, Para Kades/Lurah, Bidan TPK, Ahli Gizi, PLKB Se-Kab-Tanjab Barat serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mulyadi menyampaikan bahwa Audit kasus stunting yang kita laksanakan hari ini merupakan gambaran kecil dari kondisi faktor Determinan penyebab terjadinya kasus kasus stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Menurutnya, dilihat dari faktor Determinan nya ada tiga faktor utama yakni faktor permasalahan gizi, faktor lingkungan dan faktor pola asuh. Ketiga faktor tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, oleh karenanya diminta kepada OPD teknis yang terkait dapat membahas penanganan stunting secara bersama-sama agar aksi pada tahun 2024 dapat lebih ter-konvergensi.
“ Bulan lalu secara nasional dilaksanakan intervensi serentak pencegahan stunting dengan target 100%, alhamdulillah kita mencapai target tersebut pada 29 Juni 2024 dan satu-satunya kabupaten yang memenuhi target sebelum akhir Juni.”ucapnya
“Melalui kesempatan ini kami sampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa/Lurah, Babinsa,BKTM dan terutama Bidan Desa, Semua Kader Desa, KPM yang bekerjasama dan bekerja baik sehingga semua data sasaran terkumpul.”tambahnya
Melalui pelaksanaan audit kasus stunting juga dapat dimanfaatkan oleh para Camat, kepala desa atau lurah untuk dapat mengajukan keluarga di wilayahnya untuk diajukan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS) melalui Dinas Sosial. Menurutnya, dengan masuk dan bertambahnya DTKS maka makin banyak warga di Kabupaten Tanjab Barat yang terjamin kesehatannya melalui JKN.