Berharap Sektor Pertanian Meningkat, Dinas Pertanian Undang Wamentan RI Ke Tanjab Barat

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM. Dari hasil kordinasi Dinas Pertanian Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bupati, KH. Drs. Anwar Sadat, M. Ag berhasil mengundang Wamentan (Wakil Mentri Pertanian) Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi dan Sekertaris Jendral Serikat Tani Islam Indonesia, H. Iqbal Sayuti beserta rombongan guna mencari solusi persoalan yang saat ini terus bergulir ditengah-tengah masyarakat khususnya para petani pinang dan kelapa dalam.

Sebagaimana diketahui bersama, dalam beberapa tahun terakhir harga pinang dan kelapa dalam di wilayah Indonesia mengalami penurunan drastis termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi.

“Pak Wamen, pinang di Tanjab Barat harnganya cukup murah, diharapkan bisa dibantu mencari solusinya,” ujar Bupati

Selain itu, Bupati pun menyampaikan perbandingan harga di tahun-tahun lalu dan harga saat ini.

“Saat ini harga pinang di kabupaten Tanjung Jabung Barat hanya Rp 2.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, Pinang bisa dijual seharga Rp 10.000 per kilogram. Saat ini kondisi pinang yang merupakam komoditas utama Tanjab Barat sangat murah,” Terang Bupati di hadapan Wamen Pertanian RI

“Selain pinang, harga kelapa kalau kami menyebutnya kepapa dalam, juga murah”. Sambungnya

Dengan demikian, pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap Wamen RI dapat mendorong pemerintah pusat untuk mencarikan solusi jitu soal anjloknya harga pinang saat ini.

“Kami minta Pak Wamen bisa mendorong agar ada solusi terkait permasalahan ini,” pungkas Bupati

Sementara itu, menjawab harapan para petani Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang di sampaikan oleh bupati. Wamentan RI mengatakan.

“Yang kita tau dalam beberapa waktu ini harganya cukup turun expor kita ini, terutamanya ke Malaisya kalo dari sini.” Ujar Wanentan RI

“Nah pemerintah tentu saja memberikan bantuan memitigasi permasalahan ini karna daya beli di Malaysianya juga menurun, tentu saja untuk menggairahkan agar petani ini juga tidak kehilangan mata pencaharian, kita lakukan kegiatan kegiatan yang sifatnya hilirisasi.” Sambungnya

“Jadi kalo kemarin kebanyakan expor, sekarang pemerintah melalui berbagai instrumen yang ada, berupaya membeli secara utuh untuk pemasaran didalam negri juga untuk mengimbangkan harganya”. Timpal Wamentan

Ditanya soal pengaruh hilirisasi dengan APBN RI oleh awak media, dengan santun Wamen memberikan jawaban.

Menurut wamen dengan adanya kegiatan yang sipatnya hilirisasi tentu produk-produk yang di hasilkan akan lebih menyentuh dengan masyarakat.

“Otomatis ini akan menambah nilai tambah baik dari sisi pelakunya, baik petani, peternak dan atau pekebunnya juga di masyarakatnya. Dengan demikian, pemerintah bisa segera tau harga eceran tertingginya dimana”. Jawab Wamentan

Terakhir Wamentan RI di sodorkan awak media dengan pertanyaan soal anjloknya harga pinang !

“Ya, kalo soal anjlok ini tentu ada tren. ya, jadi berbagai komoditas, bukan hanya di pangan ya. Ditambang juga, sektor energi yang lain kan mengikuti harga. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah bagai mana kita menjaga ini tetap stabil dulu, sambil kita lihat kedepan harganya ini seperti apa ? sambil kita awasi terus. Juga yang tadi, pemerintah terus melakukan upaya-upaya pembelian langsung tadi. Offtaker dalam negri ini lagi kita pacu untuk bisa menyerap lebih banyak lagi dibanding expor “. Pungkas Wanen

Ditempat terpisah, Kabid Pertanian, M. Suhelmi, S.TP, M.Si menjelaskan, bahwa kegiatan yang digelar tersebut semata-mata demi memajukan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terutama di sektor pertanian.

“Kami di pertanian ini, tentunya akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam mewujudkan Visi dan Misi pak Bupati khusus disektor pertanian. Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan mampu memberikan evek positif bagi pertanian di Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat “. Pungkas Kabid (Red/Ad/Fz)