
KABARTUNGKAL.COM . Salah satu nasabah Bank 9 Jambi Cabang Kuala Tungkal menceritakan kronologi prilaku oknum security yang diduga kurang menyenangkan terhadap layanan ke salah satu nasabah lain yang sudah berusia parubaya.
“Awalnya saya kan masuk ke ruangan ATM, untuk melakukan transfer uang. Tidak lama datanglah orang tua parubaya ikut masuk ke ruangan ATM, kemudian datang security/satpam berdiri di luar pintu ATM . Saya kira, orang tua parubaya itu belum begitu paham dalam menggunakan ATM, kemudian ia bertanya ke satpam tersebut mengenai cara untuk mengecek saldo tabungan miliknya”. Ujar Nasabah yang bercerita kepada awak media
“Security tersebut memang menunjukan mengenai cara-cara menggunakan ATM, tapi dari bahasa yang saya dengar dan dari gestur tubuh yang saya perhatikan dia terlalu kasar dengan orang tua itu. Dia bicara dengan nada tinggi, sambil menunjukan cara penggunaan kartu ATM dari luar pintu.” Timpalnya
Nasabah ini pun sempat kebingungan dengan ulah oknum scurity tersebut, menurutnya di Bank-Bank lain ia tidak pernah menemukan prilaku oknum security seperti itu.
“Maaf ya, jujur saja. Di bank-bank lain saya tidak pernah menemukan pelayanan security seperti itu. Saya heran saja, kok bisa satpam seperti itu. Padahal itu bank daerah loh, bagaimana nasabah bisa nyaman jika prilaku oknum satpamnya seperti itu”. Ungkap salah satu nasabah Bank Jambi Cabang Kuala Tungkal Penuh tanya
Lebih lanjut dengan detail, nasabah itu pun menjelaskan mengenai ulah oknum satpam yang ia nilai kurang baik dalam memberikan pelayanannya.
“Orang tua parubaya itu pun akhirnya membatalkan transaksinya, dengan nada penuh kekecewaan. Dia pun sempat menggerutu, ” Sudah lah tak jadi, apa asik marah-marah gitu” kata orang tua parubaya itu. Dan hampir saja ATM orang tua tersebut tertinggal di mesin ATM, beruntung kami ingatkan untuk mengambilnya dan setelah itu dia keluar”.
Lebih lanjut, nasabah itu pun meminta kepada pimpinan Bank 9 Jambi Cabang Kuala Tungkal untuk mengingatkan oknum security tersebut agar tidak bersikap arogan.
“Ini menjadi tugas pimpinan cabang yang harus mengevaluasi kinerja anak buahnya, dengan harapan kedepan perilaku oknum security tersebut tidak lagi berbuat seperti itu”. Pungkasnya (Red/Ad/Fz)