
KABARTUNGKAL.COM . “Masa di beda kn tenaga kerja tukang sapu dan cabut rumput di rmh sakit dg pegawai laen di RSUD KH Daud Arif. Yg pegawai laen dapat menu berbuka dan sahur sedangkan tukang sapu dan cabut rumput yg bersih bersih gak dapat … Kok di bedakan ya ALLAH..memang beda sih tingkat pendidikan tukang bersih bersih di RSUD .. gak kayak dokter,bidan,perawat… Tapi kasian mereka di anak tiri kan 😭 tolong bapak bupati perhatikan ke senjangan ini”.
Begitulah cuitan akun facebook An : (Lidiana Lia) menyoroti RSUD. KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL yang diduga sebagai bentuk keprihatinan ia ke tukang sapu dan tukang cabut rumput yang bekerja di Rumah Sakit tersebut.
Menanggapi hal itu, Dewan Pengawas (H. Alam Sukesman) pun meluruskan mengenai paradigma “Lidiana Lia” yang ia sengaja tulis melalui group facebook (PENCERAHAN KUALA TUNGKAL official).
Dikatakan Alam, tenaga tukang sapu dan cabut rumput di RSUD KH. DAUD ARIF KULA TUNGKAL merupakan outsourcing dengan pihak ke tiga (3).
“Jika kita mengambil kebijakan menyiapkan menu berbuka atau sahur untuk mereka itu takutnya jadi temuan pak. Kalo memang mau, ya seharusnya pihak perusahaan lah yang memberikan itu, sebab kita kan sudah kontrak kerja dengan mereka (outsourcing) “. Terang dewas saat di konfirmasi melaui sambungan teleponnya. Jum’at (15/4/22)
Di tambahkan Dewas, “Tukang sapu dan rumput merupakan outsourcing. Tetapi selama ini, saya dan direktur secara pribadi sangat peduli dengan kesejahteraan mereka tetapi itu bersifat pribadi dan tak layak kami sampaikan ke publik karna ini bisa menjadi ria”. Sambungnya
Di singgung soal sumber dana pembayaran hutang RSUD KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL yang meniti 20 miliar hingga tersisa sekitar 7 miliar lebih, dewas itu pun enggan berkomentar banyak.
“Kalau urusan itu, saya tidak ingin bicara banyak. Silahkan bapak konfirmasi ke keuangan saja”. Singkat Alam Sukesman sambil pamit menutup sambungan telponnya. (Red/AD)