KABARTUNGKAL.COM . Bibit adalah bahan tanaman yang sudah berbentuk tanaman muda, berukuran kecil tetapi sudah memiliki bagian tanaman secara lengkap baik akar, batang maupun daun.
Bibit tanaman biasanya di gunakan untuk menyebut bahan tanaman yang diperbanyak secara vegetatif, yakni stek, cangkok dan anakan.
Bahan tanaman pisang atau bibit pisang di peroleh secara vegetatif yang pada umumnya di perbanyakan melalui anakan.
Salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu usaha budidaya tanaman adalah ketersediaan bibit yang berkualitas.
Termasuk dalam usaha budidaya tanaman pisang, bibit pisang yang memiliki kualitas baik berpeluang untuk menghasilkan buah pisang yang baik pula, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Ada pun Kriteria bibit pisang berkualitas yaitu bibit yang berasal dari indukan yang sehat, bebas dari hama dan penyakit.
Ada banyak sekali varietas pisang di Indonesia, untuk menentukan jenis atau varietas yang ingin dibudidayakan sesuaikan dengan permintaan pasar setempat atau sesuai keinginan.
Tanaman pisang diperbanyak secara vegetatif, yaitu dengan memanfaatkan tunas, anakan, bonggol maupun bit. Teknologi perbanyakan tanaman pisang bisa dilakukan secara tradisional maupun kultur jaringan.
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.
Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.
Seperti halnya yang di lakukan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berhasil mengubah bonggol pisang menjadi ratusan bahkan ribuan bibit siap tanam dengan hasil kultur jaringan.
“Inisiasi ini sebetulnya sudah kita muali dari tahun 2012, Alhamdulilah dalam setahun terakhir inilahlah kita dapat nampakan pormulasi yang pas. Sehingga kita lihat kejadiannya, alhamdulilah presentasi-persentasinya lebih tinggi.” Ujar Ir. Zainuddin, MM kepada kabartungkal.com yang di dampingi Kabidnya, Nafri Yetman ,SP Senin (27/12/21)
Sealain itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura itu pun mengatakan bahwa bibit hasil kultur jaringan yang di kembangkan pihaknya sudah banyak di tanam oleh para petani yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Mulai dari Kuala Betara, Betara kemudian Tebing Tinggi Juga ada. Bahkan mereka sudah panen, dan kita sekarang sedang menyandingkan antara Barangan dan Cavendish dengan perlakuan yang sama dengan SOP Cavendish. Coba kita liat mana keunggulan Barangan atau Cavendis nantinya. Biar petani bisa menilai dan di pasar nanti mana yang paling unggul.” Ucap Kadis
Karna penasaran, awak media pun mempertanyakan perihal pemasaran yang akan di lakukan pemerintah ketika banjir pisang.
“Insya Allah kita sudah ada kerjasama dengan daerah lain salah satunya dengan Batam, kita tinggal melanjutkan MOU-nya lagi”. Jelas Kadis
Dengan adanya Inovasi, mengubah bonggol pisang menjadi bibit unggul, Ir. Zainuddin, MM selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap, kedepan Tanjab Barat BERKAH.
Sebagai mana visi dan misi yang di gagas Bupati dan Wakil Bupati, KH. Drs. Anwar Sadat, M.ag dan Hairan, SH selama ini.
“Ya kita berharap, Tanjab Barat dari dulu kan terkenal dengan Centra pisang. Jadi kita akan terus menyebarkan bibit-bibit ini ke petani dengan harapan Centra pisang tetap ada di kita, jadi orang taunya kalo mau beli pisang di Jambi ada di Tanjab Barat dan yang keduanya ini menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat terutama bagi petani baik di tanam di kebun maupun di lahan pertanian atau di pekarangan”. Harapnya
Dengan adanya bibit unggul yang di berikan ke para petani, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultur itupun sedikit kewalahan karna semakain hari minat petani dengan bibit tersebut pun semakin membludak.
“Kami yang mengeluh karna kekurangan, mereka minta bibit yang jumlahnya besar. Sebenarnya hanya keterbatasan waktu saja, tapi saya sampaikan ke mereka bersabarlah. Dan kita di sini sudah memaksimalkan dengan alat-alat yang ada”. Paparnya
Terakhir sambil menujukan bonggol pisang, Kadis mengatakan. Bahwa dari satu bonggol pisang bisa menjadi ratusan bahkan ribuan bibit pisang yang siap di tanam para petani Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Dari satu bonggol pisang ini, ini bisa menjadi ratusan dan bahkan ribuan bibit pisang siap tanam dengan memakai sistem kultur jaringan”. Tutup Kadis dengan penuh keyakinan.
Untuk di ketahui, Bonggol pisang yang di jadikan bibit bukan hanya satu jenis pisang saja akan tetapi semu jenis pisang dapat di kelola dengan baik oleh Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Red/Fahmi Zihan/Ad)








