
KABARTUNGKAL.COM . Sempat viral di sosial media, pada bulan November 2021 lalu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD. KH. Daud Arif Kuala Tungkal di hebohkan terlilit hutang sebesar 20 Miliar kepada pihak ke tiga, terutama distributor obat-obatan.
Karna menyita perhatian publik awak media kabartungkal.com pun berusaha menggali informasi dari berbagai sumber untuk dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
Setelah melakukan penelusuran, ternyata benar adanya bahwa BLUD Rumah Sakit Umum Daerah KH. Daud Arif Kuala Tungkal memiliki hutang sebesar 20 Miliar kepada pihak ke tiga.
Namun berdasarkan keterangan mantan Direktur RSUD KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL, dr. Elfis hutang 20 Miliar tersebut bisa lunas jika klaim BPJS sudah di bayarkan ke pihak Rumah Sakit itu sendiri.
“Rumah Sakit ini kan BLUD, BLUD ini penghasilan dari rumah sakit itu sendiri. Yaitu penghasilan dari BPJS, pasien umum dan pasien asuransi lain. 80-90 persen itu dari BPJS pasien di rumah sakit kita, Nah kan uangnya tidak masuk setiap bulan, tergantung klaim kita ke BPJS, kalo OK kata BPJS baru di bayarkan.” Jelasnya
Pria yang akrab di panggil papih itu pun menambahkan “Namun yang perlu di ketahui, pengkaliman itu membutuhkan proses dan melibatkan banyak orang di RS. Mekanismenya mulai dari unit-unit di RS (misal poli rawat jalan /rawat inap/IGD dll) naik kebagian pengcodingan lanjut ke tim verifikator internal RS yang kemudian di teruskan ke bgian klaim, setelah itu baru di serahkan ke pihak BPJS untuk di verifikasi dokumen klaim tersebut. Apabila dinyatakan belum lengkap oleh BPJS maka dokumen pengkaliman tersebut di kembalikan ke Rumah Sakit untuk di lengkapi.” Bebernya
“Selanjunya, apbila dokumen pengkaliman sudah di perbaiki dan di lengkapi, baru pihak rumah sakit akan menyerahkan kembali ke BPJS sampai dinyatakan verifikasi clear oleh pihak BPJS. Artinya kita tinggal nunggu pembayaran dari BPJS”. Terang Mantan Direktur RS itu.
Lebih lanjut, Dr. Elfis saat menjabat Direktur RSUD. KH. Daud Arif Kuala Tungkal tidak menampik bahwa proses pengkaliman tersebut terlambat hingga mengakibatkan pembayaran terhambat.
“Sehingga uang masuk pun lambat, mau gak mau kita harus berutang dan syukur alhamdullilah orang masih mau ngutangin.” Pungkas dr. Elfis Kepada KABARTUNGKAL.COM
Untuk di ketahui, selama ia menjabat Kebutuhan Operasional Rumah Sakit mulai dari gaji honorer, belanja obat-obatan dan bahan medis habis pakai , uang jaga tenaga medis & para medis, bahkan Jasa Pelayanan Medis untuk seluruh karyawan Rumah Sakit KH. Daud Arif Kuala Tungkal bersumber dari hasil BLUD itu sendiri. (Red/Ad/Fahmi Zihan)