
KABARTUNGKAL.COM. Peningkatan Jalan Parit Yakup Menuju Pasar Senin Desa Makmur Jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang menelan APBD hampir setengah miliar Tahun Anggaran 2022 tidak lepas dari sorotan LSM PETISI 28 Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sebagai salah satu LSM yang mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi di NKRI, LSM Petisi 28 ini sangat menyayangkan dengan ulah oknum rekanan yang di duga hendak memperkaya diri dengan pekerjaan tender yang ia peroleh setelah mengikuti proses tender di situs portal ULP Tanjab Barat.
“Tadi sore, saya ada baca rekanan media menayangkan informasi mengenai Peningkatan Jalan Parit Yakup Menuju Pasar Senin Desa Makmur Jaya Kec. Betara dengan hasil yang tidak memuaskan. Sementara, pagu yang di gunakan sebesar Rp. 492. 736 .125 , 20 atau hampir setengah Miliar sebagi mana tertera di ULP Tanjab Barat dengan status pekerjaan “Tender Sudah Selesai”. Ujar Syarifuddin
Menurutnya, sisa dana untuk pemeliharaan jalan tersebut itu masih ada sekitar 5 persen dari pagu anggaran yang di anggarkan pemerintah melalui APBD 2022.
“Pekerjaan tersebut kan belum lama, kalo gak salah di bulan Pebruari 2022 itu pemenangnya di umumkan. Yaitu CV. ADIPATI AGUNG yang beralamatkan di JL. DIPONOGORO – KEL. TUNGKAL HARAPAN – KEC. TUNGKAL ILIR – Tanjung Jabung Barat (Kab.) – Jambi”. Terang Bang Udin
Ia juga akan segera memastikan untuk mengecek ke lokasi berdasarkan informasi yang ia dapat melalui portal salah satu media online itu.
“Kita akan cek ke lokasi, untuk mengambil dokumen sebagi pelengkap dasar laporan nanti. Jika dalam waktu dekat ini oknum rekanan tidak juga memperbaiki, maka kami akan segera mengambil langkah tegas untuk segera melaporkan kegiatan Peningkatan Jalan Parit Yakup Menuju Pasar Senin Desa Makmur Jaya Kecamatan Betara ini ke penegak hukum baik Reskrimsus maupun Kejati Jambi”. Tegasnya
Sebagai penutup ia pun mengingatkan kepada rekanan untuk selalu memperhatikan kualitas pekerjaan baik fisik maupun non fisik.
“Uang ini kan uang rakyat, jadi harus bisa mensejahterakan rakyat. Silahkan rekanan mengambil keuntungan, akan tetapi harus tau dengan kualitas pekerjaan yang di kerjakan jangan sampai pekerjaan asal jadi .” Pungkasnya