
KABARTUNGKAL.COM. Akibat adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang di lakukan pemerintah pusat pada tahun 2026, tidak sedikit para kepala daerah se-Indonesia merasa dilema atas kebijakan itu.
Pasalnya, sebelum ia bisa terpilih menjadi kepala daerah mereka banyak menebar janji melalui visi dan misi yang digagas selama melakuan kampanye politik.
Salah satu contoh kecil yang dirasakan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provisi Jambi di kepemimpinan (UAS-Katamso) yang ditagih janjinya untuk dapat menormalisasi parit di RT 01 Desa Sungsang Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Dulu pak wabup datang ke tempat kami melalukan kampanye politik dan ia berjanji akan melakukan normalisasi parit di Rt 01 Desa Sungsang Kecamatan Senyerang ini”. Ungkap Warga kepada awak media
“Dan bahkan pada safari Jumat dulu beliau pun menyampaikan bakal mengupayakan untuk menormalisasi parit di Rt 01 Desa Sungsang ini, namun faktanya hingga saat ini belum juga terealisasi”. Cetus Warga
Sementara itu Wakil Bupati, DR. Katamso kepada awak media mengaku telah meminta pihak PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk dapat merealisasikan harapan warga.
“Itu janji Bupati dan Sayo dan sudah masuk dalam usulan prioritas”. Tegas Wabup
Namun, karna keterbatasan anggaran pihak PUPR pun mersa kebingungan dan bisa dikabulkan jika dana transfer ke daerah dikembalikan minimal seperti biasanya.
“Tidak jauh dari kantor kelurahan pada tahun 2025 ini telah kami normalisasi dan alhamdulilah sudah selesai dikerjakan”. Ungkap salah satu pejabat PUPR
Untuk diketahui, APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2026 disunat pemerintah pusat kurang lebih 600 miliar.
“Mudah-mudahan di APBD-P 2026 dana tranfer ke daerah kembali normal sehingga apa yang menjadi harapan warga RT 01 Desa Sungsang bisa masuk dalam perencanaan normalisasi berikutnya”. Pungkas Pejabat itu
Lebih lanjut warga Rt 01 Desa Sungsang itu pun berencana akan membuat proposal, sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat agar dapat mengembalikan dana tranfer ke daerah seperti biasanya.
“Jujur saja, kebun kami kebanjiran. Nanti kami akan ajukan proposal, mudah-mudahan ada anggarannya”. Harap Warga