Polemik Parodi Tri Suaka dan Zinidin Zindan, Dedi Mulyadi : Kegagalan Bukan Sebuah Cobaan Yang Berat

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM. Budayawan Sunda yang juga merupakan anggota DPR RI Dedi Mulyadi turut menanggapi terkait polemik parodi yang dilakukan Tri Suaka dan Zinidin Zidan.

Dedi Mulyadi, sangat berharap polemik antara Tri Suaka dan Zinidin Zidan dengan beberapa musisi di Indonesia berakhir dengan saling memaafkan.

Selain itu, Dedi Mulyadi pun sangat berharap kepada publik menyudahi kekesalan dan amarahnya terhadap Tri Suaka dan Zinidin Zidan.

Sebab, baik Tri Suaka maupun Zinidin Zidan sudah meminta maaf kepada publik termasuk kepada para musisi yang sudah disinggung atau diejek oleh keduanya.

“Saya berharap kemarahan netizen atau warganet yang berefek pada popularitas (Tri Suaka dan Zinidin Zidan) tidak berlarut-larut, karena kedua belah pihak sudah saling memaafkan,” tutur dia, Bandung, Kamis,28 April 2022.

“Sehingga netizen bisa berhenti mengumbar kemarahan yang akan menimbulkan efek psikologis (bagi Tri Suaka dan Zinidin Zidan),” sambung dia.

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi lantas memberikan pesan kepada Tri Suaka dan Zinidin Zidan.

“Dalam setiap kehidupan kegagalan bukan sebuah cobaan yang berat. Melainkan cobaan terberat ada pada titik keberhasilan,” kata dia.

“Karena sering kali keberhasilan membuat kita lupa akan diri kita ini siapa dan berasal dari mana. Kita bisa jadi tidak bisa mempertahankan keberhasilan itu dalam jangka waktu lama, ini yang sering terjadi,” sambung dia.

Supaya kecaman hingga hujatan warganet tak kembali menyerang, ia pun meminta Tri Suaka dan Zinidin Zidan bisa mengubah sikap lebih bersikap sederhana tetapi kaya dalam berkarya.

“Sederhana dalam bersikap, tetapi kaya dalam berkarya. Ini yang harus dilakukan,” pinta dia.

“Semoga berbagai polemik segera berakhir dan tidak larut dalam sebuah polemik yang tidak berkesudahan, mari kita buat polemik dalam bentuk karya,”sambung dia.

Disamping itu, ia pun berpesan kepada para musisi dan seluruh pemuda di Indonesia untuk terus membuat karya yang beragam bagi selera masyarakat yang juga beragam.

“Terlebih saat ini dunia digital memudahkan orang untuk berkarya dan cepat terkenal,” ucap dia.

“Di Bulan Ramadan ini kita saling memaafkan, isi khasanah musik Indonesia dengan karya terbaik. Untuk Zidan dan Tri Suaka jangan berkecil hati, jangan pernah lelah, bersihkan hati, bersihkan diri dan terus berikan karya terbaik untuk bangsa,” ucap dia mengakhiri.

Sumber : KESATU.CO