Soal Pengembalian Dua Dokter Spesialis, Warga : Pertahankan Dua Dokter !

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM. TANJABBAR. Menangapi pemberitaan bahwa dua dokter spesialis di RSUD Daud Arif dikembalikan bertugas di RSUD Daud Arif Kualatungkal ternyata mendapat respon positif dan disambut gembira oleh kalangan lapisan masyarakat.

Seperti disampaikan salah seorang warga yang minta egan di publis media mengatakan, secara ia pribadi merasa senang melihat berita bahwa dua dokter spesialis yang di mutasi kemarin dikembalikan lagi ke RSUD Daud Arif.

“Jujur mas, secara pribadi senang saya atas sikap tegas dan respon cepat yang dilakukan pemkab dalam hal ini pak Bupati yang sudah mengembalikan kembali dua dokter spesialis tersebut bertugas di RSUD Daud Arif Kualatungkal,” ucapnya.

“Terimakasih pak Bupati,semoga persoalan seperti ini tidak terulang kembali dan menjadi cerminan kedepannya.” Imbuhnya

Menurutnya persoalan tersebut tidak semata kesalahan di tanggan kepala daerah (Bupati) ia berpendapat, kepala daerah tentunya punya bawahan atau tim baperjakat yang membantu tugas Bupati untuk menyaring dan mengkoreksi terhadap kebijakan yang akan di eksekusi Bupati.

“Seharusnya pihak-pihak yang membantu tugas Bupati ini memberikan saran, masukan terlebih dahulu sebelum kepala daerah mengambil langkah-langkah yang pasti. Agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan kontroversi (kegaduhan) di tengah masyarakat, sebab itu berdampak kepada bapak bupati. Contoh, seperti macam saya ini. Sebagai masyarakat awam taunya Bupati, padahal belum tentu kesalahan Bupati,” ujarnya.

Lanjut katanya terkait penyataan dokter spesialis ibu septy tidak mau kembali bertugas di RSUD Daud Arif Kualatungkal apabila direktur nya masih yang lama, menurutnya hal tersebut sangat wajar dan tepat. Karena, percuma saja kembali kalau tidak sejalan apalagi sudah terjadi seperti ini tentunya hubungan sudah tidak harmonis lagi.

Saran saya atas nama pribadi selaku warga tanjabbarat kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati untuk mengambil langkah tegas dan bisa memutuskan secepatnya.

“Harus kehilangan dua dokter spesialis atau pertahankan jabatan Dirut, kalau saya lebih baik hilang Dirut dari pada hilang dokter spesialis karena kalau kehilangan dokter dampaknya luar biasa terhadap masyarakat bukti lihat saja semenjak pasca dimutasinya dua dokter spesialis ini.” Tuturnya pula

” Kalau saya ni orang awam mas ,tetap la pertahankan dua dokter tersebut, apalagi dokter spesialis seperti buk septi dan pak Budi, karena susah mas nyari spesialis tu apa lagi sekelas buk septi dan pak budi yang sudah berpengalaman.” Pungkasnya (CR7/Ad)