
KABARTUNGKAL.COM. KUALATUNGAL . Tidak ingin sang suami kalah dalam kontestasi pemilukada tahun 2024, Umy Hj. Fadhilah Sadat dan Marina Septiani, S.IP Katamso bersilaturahmi dengan Ibu-Ibu pengajian di Kampung Nelayan.
Berkunjung ke kediaman Ibu Lia, Umi Hj. Fadhilah Sadat dan Marina Septiani Katamso menyampaikan Visi Misi dan mengajak para Ibu-Ibu yang hadir untuk mencoblos Nomor urut 1 UAS-Katamso pada 27 November 2024.
Dihadapan para Ibu-Ibu, Marina Septiani Katamso menyampaikan bahwa pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati UAS-Katamso ini diusung dan didukung oleh 9 Partai Politik.
“Dari 9 Parpol itu 20 orang diantaranya duduk di DPRD Tanjab Barat yang bisa memudahkan masyarakat menyampaikan aspirasi”. Beber Marina
Wanita yang akrab disapa Ririn ini menjelaskan bahwa akses jalan, jembatan penghubung dan pembangunan lainnya merupakan kewajiban pemerintah.
Tetapi kata dia, dalam menentukan arah pembangunan yang sipatnya penting demi kemaslahatan ummat dan kesejahteraan masyarakat itu bergantung kepada siapa yang memimpin.
“Kata, “Perlu dan Penting” adalah dua kata yang berbeda. Selama ini sudah kita rasakan bersama di kepemimpinan Ustadz Anwar Sadat soal arah kebijakannya, dimana beliau lebih mengutamakan pembangunan yang sipatnya “Penting” dari pada yang “Perlu. Contohnya, beliau memperbaiki jalan-jalan, jembatan-jembatan yang sudah rusak ketimbang membangun hal yang lain yang sipatnya perlu”. Ungkap Marina
“Ditambah lagi, dimasa kepemimpinan UAS ini kesehatan masyarakat di jamin melalui BPJS Kesehatan yang di anggarkan melalui APBD Tanjab Barat, BPJS Ketenagakerjaan golongan rentan itu sudah dibayarkan meskipun belum seluruhnya, DAI desa di naikan gajinya, RT, Guru Paud dan bahkan P3K tahun depan akan diberikan TPP”. Tambahnya
Lebih lanjut, Marina Septiani Katamso itu pun mengatakan. Dimana wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini masih banyak rumah masyarakat yang masuk dalam kategori tidak layak huni dan kedepanya akan menjadi perhatian pemerintahan UAS-Katamso.
“lebih kurang 977 Rumah sudah dibedah, program inilah yang akan dilanjutkan di kepemimpinan UAS-Katamso kedepan jika terpilih nantinya. Termasuk perhatian rumah-rumah masyarakat yang hari ini belum teraliri listrik sebagai bentuk pemerataan pembangunan.” Pungkasnya
Hal lainnya juga disampaikan Umi Hj. Fadhilah Sadat, ia berpendapat bahwa dalam memilih pemimpin harus bisa berlaku adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
Dikatakan Umy Fadhilah untuk membenahi kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan tiga tahun setengah bukanlah waktu yang lama, perlu adanya penambahan waktu bagi Ustadz Anwar Sadat untuk dapat melaksanakan pembangunan secara merata baik di Ulu maupun di wilayah Ilir.
“Saat ini UAS mencalonkan diri sebagai Bupati berpasangan dengan Pak Katamso yang diyakini bisa bersama-sama membangun Kabupaten Tanjab Barat dengan pengalaman beliau di Pemerintahan,” katanya.
Perlu diingat, pembangunan yang dilaksanakan pemerintah di masa Pilkada itu bukanlah pencitraan tetapi sudah dianggarkan di Tahun 2023 hanya saja eksekusinya di Tahun 2024 di masa Pilkada.
Disisi lain untuk UMKM, Ibu-Ibu bisa membuka usahan dengan mengajukan permodalan baik itu di Baznas maupun Koperindag.
“Caranya secara berkelompok masukkan proposal ke Baznas dan pojok informasi yang ada di Koperindag Tanjab Barat,” jelas Umi.
“Nanti dari pojok informasi yang ada di Koperindag, Ibu-Ibu akan diarahkan bagaimana mengajukan permodalan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo.” Pungkas Hj. Fadlilah Sadat
Red : (Fahmi Zihan/Tim)