
KABARTUNGKAL.COM . Tarim merupakan kota bersejarah yang berada di Hadhramaut, Yaman. Di Tarim terdapat banyak masjid yang jumlahnya mencapai 360 unit lebih, hampir sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun.
Selain itu Tarim juga dikenal dengan keilmuan juga ulamanya.
Sekilas tentang tarim yang diketahui santri asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Lalu apa saja yang ia ketahui selama ia mondok ?
Mutawally syarawy bin Thabrani rasyid yang saat ini tengah belajar memperdalam ilmu agama di sana mengatakan :
“Kota Tarim merupakan kota sejuta para wali, ulama, dan orang sholeh. Disini tempat dimana lahirnya berbagai para alim
ulama hebat keturunan baginda nabi besar Muhammad SAW.” Ujarnya
“Selain itu, disini semua wanita yang sudah baligh pasti memakai ‘cadar di muka’ (Niqab/Burqa) jadi sangat sukar sekali menjumpai wanita. Di pasar-pasar tarim, saya menyaksikan hanya kaum adam saja yang membeli keperluan dapur. Dan yang paling menariknya, sambil
menunggu pelanggan merek mengkhatamkan Alquran sampai beberapa kali.” Terangnya
Ditambahkannya, “jika tiada pelanggan, sesama mereka belajar kitab, menyampaikan ilmu di pasar tersebut. Dan selama di pasar mereka selalu melantunkan sholawat dan qasidah.”
Seorang ulama’ Tarim pernah menyampaikan di hadapan santrinya,” Di pasar Tareem aku dapati ada 200+ orang Waliyullah (kekasih Allah SWT).
Jika di pasar tempat yg sebegitu sudah 200+ orang wali apa lagi jika yg berada di masjid-masjid?”.
Ketahuilah hanya Wali Allah saja dapat mengetahui siapa wali-wali.
Lebih lanjut santri asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini pun kembail mengisahkan.
“Di pasar, apabila mendengar waktu azan berkumandang mereka tutup toko dan berlari pergi ke masjid. Jika habis azan, mereka masih belum tutup toko mereka akan biarkan dan terus ke masjid tanpa merisaukan tokonya .
Bila ditanya kenapa?
Katanya adakah dunia lagi penting dari Allah SWT? MASHAALLAH.
Masyarakat di tarim senantiasa menjalankan sunnah, setiap bertemu saudara seiman yang mereka kenal atau tidak mereka akan mengucapkan salam bahkan saling mendoakan”. Ungkapnya
Untuk di ketahui, kaum hawa di kota Yaman
terjaga/terpelihara suci dirumah mereka atau di tempat belajarnya. Dan laki-laki kebanyakan duduk di Masjid-masjid.
“Disini sholat tahajud bak sholat magrib ramainya, masjid-masjid tak hanya diisi orang dewasa tapi juga anak-anak. Setelah mereka bermain, walau dalam keadaan kotor mereka tetap melaksanakan sholat. Bahkan jika tertinggal jama’ah, mereka bersama sama membuat jama’ah baru yg di imami salah satu dari mereka. Hal ini sisebabkan betapa pentingnya sholat yang harus selalu dijaga dan di laksanakan orang Islam. Bagitulah didikan orang-orang Tarim kepada anak anaknnya.”
Di negeri Tarim bukan hanya banyaknya masjid, yang berdiri, akan tetapi tidak sedikit juga pondok pesantren atau rubath yang juga tersebar di kota Tarim, diantaranya : DARUL MUSTHOFA yang di dirikan oleh habib Umar bin hafidz dan habib Ali Masyhur bin hafidz, UNIVERSITAS AL AHGOF yang rektor nya adalah Habib Abdullah baharun, UNIVERSITAS WASHOTIAH yg di dirikan oleh habib abu bakar adni bin ali Masyhur, RUBATH TARIM yang di pimpin dulunya oleh habib salim asyatiri, DARUL HADIST syekh yasir, DARUL HADIST dr habib alwy bin syahab , DARUS SHOLIHIN syekh sholeh bafaddol, DARUL GHUROBA, AL GHONNA habib Muhammad junaid dll,
untuk DARUL MUSTHOFA saja terdapat santri dari 35 negara yang datang belajar di sana.
Dan pesantren untuk perempuan ada DARUL ZAHRO, DARUL FAQIH, ARRUSYUD, DARUL QOUM, AL GHONNA dll.
Untuk di ketahui, ada beberapa santri yang berasal dari provinsi JAMBI khusus nya dari KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT yang saat ini belajar di sana : Mutawally Syarawy di darul Musthofa, Zainuddin di darul Musthofa, Muhammad Iqbal di rubath An Noor Hami, Hakim di ma’had Idrus, Andre di Ribath Fath Seywun, Zein di darul Ghuroba, Dandi di universitas al ahgof dan bebrapa santri wati yang tersebar di berbagai pesantren di kota tersebut.
“Doakan kami semua disini, semoga kelak kami pulang dapat membawa ilmu yang berkah, bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya, provinsi Jambi dan Indonesia pada umumnya. ” Harap Mutawally syarawy bin Thabrani rasyid.
Terakhir Mutawally syarawy bin Thabrani rasyid mengatakan, “Siapa yang datang ke Tarim pasti dan pasti tidak mau pulang ke tanah air, karena Tareem bagaikan kota Akhirat. Yang mengingatkan kita hanya pada AKHIRAT.” Pungkasnya
Al-Kisah
Di Tareem harus bisa menjaga hati,
kenapa ?
“Pernah ada, suatu ketika seseorang melihat Bapak tua yg sdang membersihkan hewannya di pagi hari . Lalu seseorang ini terpetik dalam hatinya “Bpk ini tak pergi masjid, ini kan sudah mau subuh”. Tapi pas berlalu di depan bapak itu, tiba2 Bapak itu menegurnya.
Katanya “jaga hati kamu!”, terus orang itu nangis dlm hati dan istighfar. Karena dia hanya berkata DALAM HATI saja tapi Bpk itu bisa langsung tahu. MasyaAllah !
Sebagai penutup, ia mengungkapkan. “Kebanyakan Penduduk di Tareem itu bisa tahu isi hati kita, perbuatan kita dan lain-lainnya karena kebanyakan dari mereka adalah Wali Allah SWT. Maka disebutlah KOTA SEJUTA WALI. Itu hanya secuil kisah yang bisa saya sampaikan saat ini. Yang lainnya banyak, Insya Allah suatu saat akan kembali saya kisahkan”. Pungkasnya
” Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim,
Maka apa yang kau dapatkan, akan lebih banyak dari pada yang kau keluarkan “
( Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad )
Semoga Allah mengantarkan kita ke kota Tarim untuk belajar Ilmu. Aamiin
Mutawally syarawy bin Thabrani rasyid
Instagram @mutawally_27 (Red/Ad).