Ucapan Edy Mulyadi Buat Geram Warga Kalimantan, Dedi Mulyadi Beri Tanggapan

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM . Ucapan Edy Mulyadi beberapa hari ini menjadi viral di sosial media, pasalnya ia membuat pernyataan cenderung mengandung isu sara, sehingga membuat warga Kalimantan gerah atas pernyataannya yang di lontrkannya.

Sebagai mana di ketahui awak media kabartungkal.com di dalam sebuah video yang beredar di jagat sosial media Edy Mulyadi menyebut IKN Nusantara di Kalimantan adalah tempat ‘Jin buang anak’.

Hal itu sepontan menyulut emosi khususnya warga Kalimantan yang tidak terima tanah kelahirannya disebut dengan istilah tidak pantas dan cenderung mengarah pada isu SARA.

Sementara itu, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menilai pro dan kontra seiring penetapan Ibu Kota Negara (IKN) baru bernama Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan hal yang biasa.

Menurut Kang Dedi, hal itu sah terjadi karena iklim demokrasi indonesia membuka ruang bagi siapapun untuk menyampaikan pendapat.

“Tetapi yang mestinya dihindarkan adalah kita tidak menggunakan kata-kata yang bisa dianggap merendahkan martabat orang lain, kehormatan orang lain dan tidak memuliakan tempatnya orang lain,” ujar Kang Dedi sebagai mana di lansir dari situs detikcom, Selasa (25/01/2022).

Ia menilai semua tempat di belahan Indonesia indah dan potensial. Salah satunya Kalimantan yang kini menjadi sentra kepentingan ekonomi dan konservasi nasional bahkan dunia.

“Karena di Kalimantan itulah udara bersih bisa kita dapatkan dari hamparan hutan yang menjadi paru-paru dunia. Dari Kalimantan itulah batubara dihasilkan, dari Kalimantan itulah kayu-kayu baik dihasilkan,” katanya.

Saat ini, Kang Dedi mengatakan, yang harus dipikirkan ke depan adalah bersama-sama untuk tetap menjaga IKN agar dibangun dalam tata ruang memadai tanpa merusak Kalimantan.

“Sehingga ruang-ruang konservasi sebagai paru-paru dunia harus menjadi sendi utama dalam kebijakannya. Pertumbuhan ekonomi bisa selaras dengan pelestarian lingkungan. Prinsip-prinsip itulah yang harus kita jaga bersama dibanding kita terus menerus berkonflik yang melahirkan isu SARA,” ucapnya.

Untuk itu, kata Dedi, ia mengajak semua pihak berhati-hati dalam menjaga lisan dan memilih kata-kata yang tepat saat menyampaikan pendapat di muka umum.

“Karena hari ini abad digital akan sangat cepat orang bereaksi. Bisa jadi apa yang kita sampaikan di hatinya tujuan bukan itu tapi publik bisa menafsirkan hal berbeda,” ujar politisi asal Purwakarta itu.

Sumber : detikcom