Dinkes Tanjab Barat Gelar Pertemuan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM . Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. Zaharuddin, SKM menggelar Pertemuan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stanting dengan tema “Publikasi Data Stunting Tingkat Kabupaten” di Aula kantor kesehatan lantai 2. Rabu (23/11/2022)

Kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Wakil Bupati, H. Hairan, SH selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting kabupaten Tanjung Jabung Barat, beberapa Kepala OPD, para Camat, Kepala Puskesmas, narasumber serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporan-nya, H. Zaharuddin, SKM mengtakan, dimana sejak tahun 2020 berdasarkan surat menteri perencanaan pembangunan nasional/Kepala Bappenas tanggal 29 April 2019, Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat di tetapkan menjadi lokasi fokus penurunan Stunting.

“Menindaklanjuti hal tersebut maka Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjab Barat telah melakukan 8 (Delapan) aksi konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi dengan lintas sektor baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Masyarakat, Akademisi, BUMN, Perusahaan dan Pelaku Usaha”. Papar Kepala Dinas Kesehatan itu.

Selain itu di ungkapkan Kadis, bahwa telah terbentuk beberapa regulasi yang terdiri dari surat keputusan tim koordinasi percepatan pencegahan dan penanganan stunting, peraturan Bupati tentang optimalisasi pencegahan dan penurunan Stunting serta surat keputusan penetapan Desa Lokus Stunting.

“Publikasi data stunting telah dilakukan seceara berjenjang dari tingkat Desa hingga Kecamatan Lalu Kabupaten, data ini digunakan sebagai data dasar acuan pelaksanaan program dan kegiatan yang dilakukan di Tahun berikutnya dengan tujuan akan terjadinya pencegahan kejadian stunting secara masif”. Pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengungkap dimana Aksi 7 Konvergensi stunting bertujuan untuk mempublikasikan data stunting sebagai aksi yang digunakan.

Sehingga, kata wabup hal itu akn menjadi parameter penurunan stunting serta sebagai dasar intervensi spesifik dan sensitif yang akan dilaksanakan sebagai tindak lanjut balita stunting yang telah ditemukan.

“Rangkaian pelaksanaan data yang digunakan untuk publikasi adalah data penimbangan yang dilakukan di posyandu pada bulan Februari-Agustus. Pada tahun yang sama, kemudian data yang dihasilkan selanjutnya dianalisis dan disampaikan secara berjenjang mulai dari perangkat Desa sampai Publikasi tingkat Kecamatan”. Kata-nya

Sebelum mengakhiri sambutan, Wabup mengatakan hasil publikasi dari tingkat kecamatan digunakan sebagai data publikasi tingkat kabupaten, untuk perencanaan program dan kegiatan selanjutnya.

“Sehingga diharapkan akan menurunkan prevalensi stunting dengan melakukan intervensi spesifik dan sensitif yang tepat sasaran.” Pungkas Wabup (Red edt/Fahmi Zihan)

Leave a Reply