
KABARTUNGKAL.COM . Sejumlah sopir yang hendak menyebrang ke Kota Batam mengeluhkan antrian panjang yang terjadi di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal. Sabtu, (21/5/22)
Dari hasil wawancara awak media di lokasi, mereka mengaku sudah hampir satu minggu ngantri menunggu giliran.
“Saya sudah satu minggu menunggu antrian di sini, tujuan saya ke Batam pak”. Ujar salah satu sopir yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Selanjutnya awak media pun mencoba menanyakan kepada pimpinan pengelola pelabuhan, ia menyebut hal itu terjadi lantaran evek dari antrian Pelabuhan Pak Ning yang kekurangan armada kapal.
“Di tahun ini memang di luar dugaan, tahun sebelumnya tidak seperti ini. Sebenarnya ini evek dari Pelabuhan PakNing yang salah satu armada kapalnya di doking (perbaikan), sehingga hanya satu kapal yang bisa beroperasi ke Batam. Sementara pemudik dari berbagai daerah membludak, karna di pelabuahan pak Ning sana ngantri panjang, salah satu dari pengguna jasa pelabuhan pun memutuskan untuk lewat melalui pelabuhan kita di sini.” Jelasnya Abdi selaku kordinator pelabuhan Roro Kuala Tungkal saat di konfirmasi di ruang kerjanya.
Ia melanjutkan ” setelah pengguna Jasa pelabuhan pak Ning tadi mengetahui di sini armada kapalnya ada dua dan setiap harinya beroperasi kecuali hari rabu. Maka ia pun memberikan informasi ke sana, sehingga mereka yang mengantri di pelabuhan pak Ning tadi tu berbondong-bondong datang ke pelabuhan kita di sini”. Paparnya
“Kita pun memang kekurangan armada kapal dan dari data yang ada, hari-keharinya orang dan atau kendaraan yang mau menyebrang melalui pelabuhan kita ini semakain ramai. Ya kami menyarankan kalo bisa di tambah armada kapalnya agar tidak terjadi antrian panjang seperti ini kasian juga mereka”. Ujar Abdi
Di singgung soal kapasitas jalan dermaga menuju kapal, ia menyebut satu kendaraan bisa membawa beban sekitar 10 Ton.
“Kita punya ukuran untuk 1 kendaraan boleh membawa beban 10 Ton, Namun kami tidak menampik memang sampai saat ini kami belum memiliki alat untuk mengetahui beban tersebut. Sudah pernah kami ajukan ke Provinsi namun sampai saat ini belum ada respon”. Jelasnya
“Selain tidak ada alat untuk mengethui pasti beban berat setiap kendaraan, pender (alat untuk sandaran kapal) kita pun sudah mengalami kerusakan dan itu sudah kita ajukan di APBD-P 2022 dan bapak Bupati saya liat setuju mengenai ini. Dan untuk yang lainya masalah perawatan pelabuhan ini saya perhatikan anggarannya sangat minim, ya kami berharap usulan kami dapat di kabulkan di DPRD nanti agar pelabuhan kebanggaan kita ini bisa berkembang lebih baik lagi”. harap Abdi
Untuk di ketahui, pelabuan Roro Kuala Tungkal sampai saat ini belum ada tempat untuk parkir baik kendaraan roda Dua dan kendaraan roda empat lainnya, sehingga kendaraan yang ada masih terparkir di sepanjang jalan menuju pelabuhan.
“Nah untuk lahan parkir ini sudah kami sampaikan ke pak Bupati mudah-mudahan di APBD-P ini teralisasi karna sipatnya penting”. Pungkasnya
(Red/Fahmi Zihan/Ad)