Pedas !!! Salah Satu Tim Percepatan Tanjabbarat Kecewa Dengan Buruknya Pelayanan PLN

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM – Sering matinya jaringan listrik di Tanjung Jabung Barat tanpa perigatan dan pemberitahuan, kini mendapat sorotan pedas dari salah satu tokoh masyarakat Kuala Tungkal, H. Indra Sapari, SE yang juga termasuk salah satu anggota Tim Percepatan Tanjung Jabung Barat di bawah kepemimpinan Bupati KH. Drs. Anwar Sadat, M.ag dan Hairan, SH.

“Saya sangat kecewa dengan kinerja dan fasilitas PLN, karena lampu sering mati tanpa dikabari, daya voltasenya sangat rendah, bayaran rekening listrik jadi mahal kalau terlambat langsung dicabut, dan karena voltase rendah listrik sering mati mengakibatkan perlatan elektronik pada rusak,” ujar-nya.

Lanjutnya, belum lagi masyarakat bisnis yang sangat tergantung dengan listrik merasa sangat dirugikan dengan seringnya mati listrik.

“Belum lagi bisnis sangat dirugikan sebab usahanya tak jalan dan persoalan PLN bukan karena managernya, sebab telah beberapa kali pergantian manager tetap aja ada persoalan seperti ini, kita tidak pernah tahu apa penyakitnya,” terang Indra Safari.

“PLN jangan cuma tahu haknya, tapi kewajibannya juga harus dipenuhi, masyarakat tidak masalah kalau listrik mahal asal layanan dan kualitas ditingkatkan,” tutupnya.

Terpisah Manager PLN Rayon Kualatungkal Rizki Tungguan, saat di konfirmasi via aplikasi WA mengatakan, intinya kondisi kelistrikan PLN terutama di Kuala tungkal Masih disupply dari Gardu Induk (GI) Sabak dan TJP.

“Oleh sebab itu tegangan rendah yang diterima ketika awal listrik nyala adalah tegangan asli yang kita terima dari GI sabak, Setelah normal baru bisa di dorong dengan bantuan TJP,” tutur Manager PLN.

Selain itu, ia menambahkan. Padamnya listrik itu menurut Rizki ada 2 penyebabnya, “pertama, Padam karna gangguan (ada pohon rubuh atau nyentuh jaringan, Tiang patah, material rusak yang dapat mengganggu supply dan mengakibatkan padam, kedua padam listrik karna ada pekerjaan emergency dan terencana, untuk emergency biasanya kami sebarkan semampu kami, tapi kalo terencana kami infokan melalui Pemda dan RSPD,” jelasnya dia

Lebih lanjut Rizki menyebutkan bahwa tagihan listrik yang terbit merupakan hasil penghitungan pemakaian angka Stand awal dikurang angka Stand akhir yang sudah dipakai dalam 1 bulan.

“Saat ini PLN telah melakukan komunikasi kepada Pemerintah Daerah untuk dukungan penyelesaian permasalahan Tower SUTT 150kV yang belum selesai,” pungkasnya. (Taufiq Hidayat/Red)

Tinggalkan Balasan