
KABARTUNGKAL.COM. Menanggapi pemberitaan yang menyebut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung Jabung Barat “menjauh dari fungsi sebagai penyambung aspirasi rakyat” serta “tidak memberi perhatian serius terhadap isu-isu krusial daerah” ternyata itu keliru.
“Kami menyampaikan klarifikasi sebagai bentuk hak jawab dan tanggung jawab moral kepada publik.” Ujar Ketua HMI
HMI Cabang Kabupaten Tanjung Jabung Barat menilai, narasi yang beredar di laman portal media tidak berimbang dan tanpa verifikasi. Sehingga, pemberitaan tersebut menyandarkan kesimpulan pada opini “sejumlah kalangan” dan sumber anonim tanpa konfirmasi kepada pengurus resmi HMI Cabang Tanjung Jabung Barat.
Dengan demikian HMI menilai hal itu berpotensi membangun persepsi publik yang tidak utuh serta bertentangan dengan prinsip dasar jurnalistik yang berimbang dan terverifikasi.
- HMI Tetap Aktif Merespons Isu Krusial Daerah !
Tudingan bahwa HMI tidak memberi perhatian terhadap persoalan strategis seperti ekonomi daerah, infrastruktur, hingga kesejahteraan nelayan dan petani adalah tidak tepat. Dalam beberapa waktu terakhir, HMI Cabang Tanjung Jabung Barat telah melakukan langkah nyata, Diantaranya : a. Isu Infrastruktur & Energi Melakukan desakan dan pengawalan terkait rendahnya tegangan listrik (PLN) yang menghambat aktivitas ekonomi masyarakat bawah. b. Isu Lingkungan & Sosial: Melaksanakan audiensi resmi dengan DPRD Kab. Tanjab Barat guna membahas pencemaran lingkungan dan penyalahgunaan akses jalan publik oleh pihak korporasi yang meresahkan warga. c. Isu Transparansi & Tata Kelola: Melakukan koordinasi dan audiensi dengan Bappedauntuk menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam perencanaan pembangunan daerah agar masyarakat dapat melakukan pengawasan secara partisipatif. - Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen HMI dalam merespons persoalan riil masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan dampak kebijakan fiskal daerah.
- Gerakan Berbasis Substansi, Bukan Sekadar Seremonial
Pandangan yang menyebut HMI hanya disibukkan kegiatan internal dan seremonial adalah simplifikasi yang tidak berdasar. HMI menjalankan fungsi kaderisasi sekaligus advokasi secara berimbang. Banyak kerja organisasi dilakukan melalui kajian, dialog kebijakan, dan advokasi langsung yang tidak selalu terekspos secara luas di media. - Menjawab Anggapan “Tidak Terdengar”
Kritik bahwa suara HMI “tidak terdengar” lebih mencerminkan keterbatasan akses informasi, bukan ketiadaan gerakan. Dokumentasi kegiatan dan sikap organisasi dapat diakses melalui kanal resmi kami sebagai bentuk transparansi kepada publik. Pada situs resmi kami hmitanjabbarat.id tercatat fakta-fakta gerakan yang dibuat secara mandiri baca secara langsung. - Terbuka terhadap Kritik, Menolak Fitnah
HMI sangat terbuka terhadap kritik sebagai suplemen dalam berdemokrasi. Namun, kritik haruslah berbasis data dan objektif, bukan narasi asumtif yang digerakkan oleh sumber-sumber anonim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Menggiring opini
tanpa konfirmasi bukan hanya merugikan HMI, tapi juga mencederai hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar.
” Komitmen Kedepan, HMI Cabang Tanjung Jabung Barat akan tetap konsisten berada di garis perjuangan sebagai mitra kritis pemerintah dan penyambung lidah rakyat. Kami mengajak seluruh elemen pemuda dan masyarakat untuk tetap kritis namun tetap bersandar pada fakta. HMI tidak sedang tidur, kami sedang bekerja di ruang-ruang diskusi yang solutif dan di lapangan yang penuh tantangan perjuangan.” Tutup Ketua Umum, HMI Cabang Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
(Red)