
KABARTUNGKAL.COM. Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menghadiri Haul Akbar Sultanul Aulia Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Serta Milad Majlis Ta’lim Al-Hidayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ke-47 Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, Rabu (23/09/2026).
Haul Akbar yang menjadi salah satu agenda wisata religi sekaligus kegiatan rutin tahunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ulama, masyayikh, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, jamaah, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Turut hadir Wakil Gubernur Jambi, Wakil Bupati Bungo, Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kapolres Tanjung Jabung Barat, unsur Forkopimda, pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat.
Ketua GOW dan Ketua DWP Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, unsur vertikal, perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir beserta rombongan, pimpinan perbankan dan perusahaan, serta para sesepuh, alim ulama, habaib, kiai, tuan guru, masyayikh dan mursyid Thariqah Al-Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah.
Hadir pula keluarga besar Ayahanda KH. Muhammad Ali bin KH. Abdul Wahab, para asatidz dan asatidzah, santri, jamaah majelis, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an yang dipimpin Tuan Guru KH. Abdul Hakim, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Rijalul Fiqri, perwakilan Provinsi Jambi pada cabang remaja putra dalam MTQ Tingkat Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haul sekaligus silaturahmi bersama para ulama, masyayikh, santri dan jamaah dalam suasana penuh keberkahan.
Menurutnya, peringatan haul bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenang wafatnya ulama besar, tetapi menjadi momentum untuk meneladani ilmu, ibadah, ketawadhuan dan akhlak orang-orang saleh.
“Peringatan haul bukan sekadar agenda seremonial mengenang wafatnya ulama besar, melainkan momentum penting untuk meneladani ilmu, ibadah, ketawadhuan, dan akhlak orang-orang saleh,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, ajaran Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sebagaimana tertuang dalam karya beliau Al-Ghunyah, mengajarkan bahwa syariat dan tasawuf tidak dapat dipisahkan. Kedekatan kepada Allah SWT harus tercermin dalam kasih sayang dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai tasawuf tidak hanya hidup di majelis dan masjid, tetapi juga di rumah, pasar, kantor, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Ia menilai nilai-nilai akhlak tersebut memiliki relevansi dalam pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pembangunan fisik, kata Bupati, perlu diimbangi dengan pembangunan manusia yang jujur, berakhlak dan berintegritas.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memasukkan agenda Haul Akbar ini sebagai bagian dari event wisata religi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebagai wujud komitmen membangun daerah yang berkah dan madani,” ungkapnya.
Di hadapan para santri dan generasi muda, Bupati juga mengajak agar menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, bersih hatinya, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan keterampilan zaman.
“Daerah kita membutuhkan generasi yang religius sekaligus profesional,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, para masyayikh, ulama dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan sukses dan khidmat.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi pondok pesantren ini, menjaga para guru dan ulama kita, serta menjadikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat daerah yang aman, rukun dan sejahtera,” harapnya.
Selanjutnya, Wakil Gubernur Jambi dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum haul dan silaturahmi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiah serta menjaga persatuan dan kesatuan.
Wakil Gubernur juga mengajak seluruh jamaah agar bijak dalam menerima dan menyikapi berbagai informasi maupun isu yang berkembang. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta senantiasa menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan Tuan Guru KH. Muhammad Syafi’i Aslam, Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Sifyaul Qulub Samarinda, Kalimantan Timur.
Dalam tausiahnya, KH. Muhammad Syafi’i Aslam menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat serta bangsa di tengah dinamika perkembangan zaman. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, serta para alim ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan sikap tawadhu dan sifat dermawan sebagai bagian dari akhlak mulia yang perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Seluruh rangkaian Haul Akbar Sultanul Aulia Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Qaddasallahu Sirrahu serta Masyayikh Mursyid Thariqah Al-Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah Tahun 2026 kemudian ditutup dengan doa bersama.
Red : Fz





