Malam Keakraban Hari Santri 2026, Bupati Anwar Sadat Tekankan Pentingnya Ilmu, Akhlak dan Persatuan

Jangan lupa share ya!

KABARTUNGKAL.COM. TANJAB BARAT . Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menghadiri Malam Keakraban dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026, Kamis malam (22/10/2026), di Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta meneguhkan peran santri dalam pembangunan bangsa dan daerah.

Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan sambutan, tausiah, doa bersama, serta ramah tamah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, di antaranya Dandim 0419/Tanjab beserta istri, Kapolres Tanjung Jabung Barat, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama Kuala Tungkal, anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, staf ahli bupati, para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat, alim ulama, tuan guru, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, mempererat tali silaturahmi, serta meneguhkan peran santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Santri merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa dan daerah. Karena itu, para santri harus terus meningkatkan ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pesan Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga berkarakter, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, ulama, dan pimpinan pondok pesantren perlu terus diperkuat guna mendukung kemajuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dr. H. A. Rahman Sayuti, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta keutuhan bangsa.

“Santri harus terus menjaga tradisi keilmuan, memperkuat akhlak, dan menanamkan semangat cinta tanah air. Dengan bekal ilmu agama dan pengetahuan umum, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang moderat, berdaya saing, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap Malam Keakraban Santri dapat mempererat hubungan antarpesantren, membangun kebersamaan, serta memperkuat komunikasi antara santri, ulama, dan pemerintah daerah.

Dalam tausiahnya, KH. Fakhruddin Noor mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga adab dan menghormati guru sebagai bagian penting dalam perjalanan menuntut ilmu.

“Ilmu tanpa adab akan kehilangan keberkahan. Karena itu, seorang santri harus menjaga sikap, menghormati guru, dan mengamalkan ilmu dengan penuh keikhlasan,” tutur KH. Fakhruddin Noor.

Ia menyampaikan tiga pesan utama bagi kehidupan seorang santri. Pertama, kelas boleh tamat, tetapi menuntut ilmu tidak boleh tamat. Kedua, kelas boleh tamat, tetapi hubungan antara guru dan murid tidak boleh tamat. Ketiga, kelas boleh tamat, tetapi mengharapkan keberkahan guru tidak boleh tamat.

“Jangan pernah merasa selesai dalam belajar. Selama hidup, seorang santri harus terus menuntut ilmu, menjaga hubungan dengan guru, dan memohon keberkahan dari ilmu yang dipelajari,” pesannya.

Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari tingginya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari akhlak, ketakwaan, serta kesungguhan dalam mengamalkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Para santri juga diharapkan mampu meneruskan perjuangan para ulama dengan terus memperkaya ilmu pengetahuan, meningkatkan ketakwaan, dan menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Anwar Ardabilly. Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon keberkahan dan kebaikan bagi para ulama, guru, santri, serta seluruh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban.

Melalui kegiatan Malam Keakraban Hari Santri Nasional Tahun 2026, diharapkan semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” semakin tertanam dalam diri para santri. Dengan demikian, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, menjunjung tinggi persatuan, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berkah dan sejahtera.